-->

Callind Aplikasi Tandingan WhatApp Karya Orang Kebumen



Haniqbal.com - Kebutuhan akan teknologi tak pernah ada kenyangnya, begitu juga perkembangan yang disematkan kedalamnya. Masyarakat jaman sekarang begitu ketergantungan dengan perangkat teknologi seperti ponsel pintar.

Kemanapun dan dimanapun mereka berada pasti selalu membawa smartphone ditangan baik untuk online, bermain game hingga bertukar pesan. Menyinggung poin terakhir, pemuda jaman now atau dewasa dan orang tua jaman now mana sih yang tidak tahu apa itu WhatsApp, BBM, Line dll? Pasti semua orang tahu bahkan kebanyakan menginstalnya di ponsel pintar mereka masing-masing, karena aplikasi-aplikasi tersebut menawarkan komunikasi gratis tanpa batasan kecuali paket kamu habis selain sms.

Ngomong-ngomong soal aplikasi bertukar pesan atau informasi tahu tidakkah kamu mengetahui bahwa ada anak bangsa tepatnya orang Kebumen yang mencoba membuat dan mengembangkan aplikasi sebagai tandingan aplikasi-aplikasi diatas?

Callind

Ya, yang saya maksud adalah Callind atau Call Indonesia (Indonesia Memanggil). Aplikasi ini dibuat oleh Mbak Novi Wahyuningsih (26), wanita asal Desa Tepakyang, Adimulyo Kebumen yang berfokus untuk menjawab kebutuhan teknologi masyarakat jaman now seperti chatting (baik private atau komunitas), voice chat, kirim file, kirim foto, kirim video, kirim stiker, menelpon dll.

Namun ada hal yang membuat saya menarik yakni aplikasi semacam gabungan dari aplikasi chatting yang sudah familiar dimana interface yang lumayan mirip BBM dan fitur radius 100 km yang mirip Line untuk mencari teman Bigo Live juga. Callind juga menawarkan fitur untuk mempromosikan produk bagi kamu yang suka jualan.

Rencananya Callind akan dipresentasikan pada Februari 2018 nanti di Jakarta, namun bagi kamu yang tertarik mencicipi Callind bisa kamu unduh di App Store dan Play Store karena sudah tersedia versi Beta-nya.

Setidaknya mbak Novi ini ingin Indonesia bangga menggunakan produknya sendiri sama seperti apa yang dilakukan China dengan Weibo dan WeChat dimana pemerintah mereka memblokir akses jejaring sosial dan komunikasi seperti Facebook, Twitter, Youtube, Snapchat, Instagram bahkan situs pencarian Google.

Dan berharap, Callind bisa semakin berkembang dan semoga investor ada yang berani berinvestasi untuk pengembangan dan pengenalan Callind di Indonesia. Tentu senang kan memperkaya anak bangsa sendiri ketimbang negara lain?

Penampakan Interface Callind




Sumber : Callind

You Might Also Like:

Tampilkan Komentar

Disqus Comments